Sebenarnya cara shalat gerhana bulan mirip dengan shalat gerhana matahai, namun yang membedakan hanya niatnya. Nah, berhubung baru baru ini saya mendapat PR tentang shalat gerhana bulan di sekolah. Saya akan mempostingnya di blog saya ini.
Shalat
Gerhana Bulan Adalah Shalat Yang Dilaksanakan Karena Sebab Terjadinya Gerhana
Bulan. Hukum Shalat Gerhana
Hukumnya
Adalah Sunnah Muakkadah Menurut Kesepakatan Ulama, Berdasarkan Dalil
Sunnah Yang Tsabit Dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
v Waktu
Shalat Gerhana Bulan
Yaitu Sejak Dimulainya
Gerhana Sampai Berakhirnya. Dalilnya Adalah Sabda Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, “Maka Apabila Engkau Melihatnya –Yaitu Gerhana Tersebut- Maka
Shalatlah” (Muttafaqun Alaihi)
Tidak Disyariatkan Shalat
Gerhana Setelah Gerhana Itu Selesai. Jika Gerhana Berakhir Sebelum Dia Sempat
Shalat Maka Tidaklah Disyariatkan Shalat Baginya.
v Sifat
Shalat Gerhana Bulan
1. Dia Shalat Dua Rakaat
Dengan Mengeraskan Bacaan –Menurut Pendapat Ulama Yang Benar-
2. Dia Membaca Surat
Al-Fatihah Dan Surat Yang Panjang Seperti Surat Al-Baqarah Atau Yang Seukuran
3. Lalu Dia Ruku’ Dengan
Ruku’ Yang Panjang.
4. Setelah Itu Dia
Mengangkat Kepalanya Dari Ruku Dan Membaca
“Sami’ Allahu Liman Hamidah
Rabbana Lakal Hamdu”
5. Lalu Dia Kembali Membaca
Al-Fatihah Dan Surat Panjang Yang Lebih Pendek Dari Surat Pertama, Seukuran Ali
Imran.
6. Kemudian Dia Ruku’
Dengan Waktu Ruku’ Lebih Pendek Dari Waktu Ruku’ Pertama.
7. Setelah Itu Dia Angkat
Kepalanya Dari Ruku’ Dan Membaca,
“Sami’ Allahu Liman Hamidah
Rabbana Lakal Hamdu, Hamdan Katsiran Thayyiban Mubarakan Fiihi, Mil’as Samaai
Wa Mil’al Ardhi. Wa Mil’a Ma Syi’ta Min Syai’in Ba’du”
8. Lalu Dia Sujud Dengan
Dua Sujud Yang Panjang
9. Dia Tidak Panjangkan
Duduk Di Antara Dua Sujudnya
10. Kemudian Dia Kerjakan
Rakaat Kedua Seperti Rakaat Pertama Dengan Dua Ruku Dan Dua Sujud Yang Panjang.
11. Lalu Dia Bertasyahud,
Dan
12. Salam
Ini Adalah Sifat Salat
Gerhana Sebagaimana Yang Dilakukan Oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Sebagaimana Yang Diriwayatkan Dari Banyak Jalan, Di Antaranya Dari Dua Shahih
(Shahih Al-Bukhari Dan Muslim, Lihat Al-Bukhari No. 1046, Dan Muslim 2088)
1
Disunnahkan Untuk Melaksanakannya Secara Berjamaah
Sebagaimana Yang Dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Boleh Pula
Dilaksanakan Sendiri Sebagaimana Shalat Sunnah Lainnya, Namun Melakukannya
Secara Berjamaah Lebih Afdhal.
2
Disunnahkan Pula Untuk Memberikan Nasehat Kepada Jama’ah
Setelah Shalat, Memperingatkan Mereka Dari Berbagai Kelalaian Dan Memerintahkan
Mereka Untuk Memperbanyak Doa Dan Istighfar.
3
Apabila Gerhana Masih Berlangsung Setelah Shalat Selesai,
Maka Hendaklah Berdzikir Kepada Allah Dan Berdoa Sampai Gerhana Berakhir, Dan
Tidak Mengulang Shalat. (Dan Dalam Hadits Diperintahkan Pula Untuk Bershadaqah
–Wr1).
4
Apabila Gerhana Selesai Dan Dia Masih Shalat Hendaknya
Dia Sempurnakan Shalatnya Dengan Khafifah (Dipercepat), Tidak Berhenti Shalat
Begitu Saja..
Demikianlah Beberapa Point
Yang Bias Diperoleh Dari Pembahasan Syaikh Shalih Bin Fauzan, Semoga Bisa
Bermanfaat.
Referensi : Mulakhas Fiqhi,
Dr. Shalih Bin Fauzan, Darul Ashomah Riyadh.
Adapun Tata Cara Shalat Gerhana Adalah
Sebagai Berikut:
1. Memastikan Terjadinya Gerhana Bulan Atau Matahari
Terlebih Dahulu. (Sebagai Panduan Lihat Di Rubrik Iptek)2. Shalat Gerhana Dilakukan Saat Gerhana Sedang Terjadi.
3. Sebelum Sholat, Jamaah Dapat Diingatkan Dengan Ungkapan, ”Ash-Shalatu Jaami’ah.”
4. Niat Melakukan Sholat Gerhana Bulan (Khusufil-Qamar), Menjadi Imam Atau Ma’mum.
اصلي سنة لخسوف القمر ركعتين لله تعالى
Artinya: “Saya Shalat Sunat Gerhana Bulan Dua
Raka’at Karena Alloh Ta’ala”
5. Sholat Gerhana Dilakukan Sebanyak Dua Rakaat.6. Setiap Rakaat Terdiri Dari Dua Kali Ruku Dan Dua Kali Sujud.
7. Setelah Rukuk Pertama Dari Setiap Rakaat Membaca Al-Fatihah Dan Surat Kembali
8. Pada Rakaat Pertama, Bacaan Surat Pertama Lebih Panjang Daripada Surat Kedua. Demikian Pula Pada Rakaat Kedua, Bacaan Surat Pertama Lebih Panjang Daripada Surat Kedua. Misalnya Rakaat Pertama Membaca Surat Yasin (36) Dan Ar-Rahman (55), Lalu Raka’at Kedua Membaca Al-Waqiah (56) Dan Al-Mulk (78)
9. Setelah Sholat Disunahkan Untuk Berkhutbah. (Nam) Sumber Website Resmi Nahdlatul Ulama
Menurut Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa, Panduan Singkat Mengenai Shalat Gerhana Caranya Adalah Ada Tiga Cara :
1. Yg Termudah Adalah Dg Dua Rakaat Sebagaimana Shalat Subuh.
2. Dua Rakaat, Dan Setiap Rakaat Adalah Dg Dua Rukuk Dan Dua Kali Qiyam, Urutannya Adalah : Takbiratul Ihram, Lalu Qiyam, Fatihah, Surat, Rukuk, Lalu Qiyam Lagi, Fatihah Surat, Rukuk, Lalu I’tidal, Lalu Sujud, Duduk Sujud. Lalu Bangkit Ke Rakaat Kedua Dg Hal Yg Sama.
3. Dua Rakaat Sebagaimana Poin Kedua Diatas, Namun Dipanjangkan, Lalu Diakhiri Dg Dua Khutbah Selepas Shalat. Detail Nya Ada Disini Sumber Habib Munzir
Demikian Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, Dan Niat Shalat Gerhana Matahari Dan Bulan, Wallahu A’lam Bisshawab.